11 Sekolah dan 11 Unit Pelaksana Teknis Terima Bantuan Perfilman

NEWSWIRE.ID | Kamis, 7 Desember 2017


Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) memberikan bantuan fasilitas peralatan film kepada 11 sekolah dan 11 unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbud di daerah. Sebanyak 11 sekolah menerima bantuan peralatan produksi film, sedangkan 11 UPT masing-masing menerima satu unit mobil bioskop keliling.

Pemberian bantuan dilaksanakan dalam pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis Sekolah Penerima Bantuan Peralatan yang diselenggarakan bersamaan dengan Bimbingan Teknis UPT Penerima Bantuan Mobil Bioskop Keliling, di Jakarta, Rabu malam (7/12/2017). Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Didik Suhardi memberikan bantuan secara simbolis kepada perwakilan dari SMK Negeri 12 Malang dan Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Provinsi Papua, Hadiyana.

Ada 11 sekolah yang menerima bantuan mobil bioskop keliling, yakni SMK Negeri 12 Malang, Jawa Timur; SMA Kristen Tri Tunggal, Semarang, Jawa Tengah; SMK Al-Wafa, Bandung, Jawa Barat; SMK YP Fatahillah 2 Cilegon, Banten; SMK Negeri 1 Seputih Agung, Lampung Tengah, Lampung; SMK Negeri 7 Ambon; SMK Negeri 1 Rangkasbitung, Lebak, Banten; SMK Negeri 9 Manado, Sulawesi Utara; SMK Tunas Harapan Pati, Jawa Tengah; SMK Muhamamdiyah Kepanjen, Malang, Jawa Timur; dan SMA Negeri 3 Gorontalo.

Kemudian 11 UPT yang menerima bantuan mobil bioskop keliling adalah BP PAUD dan Dikmas Nusa Tenggara Barat, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Papua Barat, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS, Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara, Balai Arkeologi Maluku, LPMP Aceh, LPMP Kepulauan Riau, BP PAUD dan Dikmas Papua, P4TK IPA, P4TK Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Luar Biasa, dan P4TK Seni Budaya.

Sesjen Kemendikbud Didik Suhardi berharap bantuan yang diberikan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mengampanyekan film Indonesia maupun sosialisasi kebijakan Kemendikbud di berbagai daerah. “Film sebagai produk budaya bisa menggambarkan semua kejadian, semua budaya, atau semua komunitas, yang ada di Indonesia maupun apa yang terkait dengan yang kita kerjakan di Kemendikbud,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan bimbingan teknis di Jakarta, (7/12/2017).

Ia juga mengimbau sekolah dan UPT penerima bantuan untuk bisa menjalin kerja sama dengan pihak lain dalam melakukan kampanye film Indonesia. Menurutnya, dengan bekerja sama dengan pihak lain akan sangat baik, karena peralatan film yang ada bisa dimanfaatkan secara luas sekaligus bisa membangun jaringan. “Tujuan utama kita adalah meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kebudayaan untuk masyarakat Indonesia,” kata Didik. (Desliana Maulipaksi)