Banyak Capaian Pembanguan di Wilayah Tapal Batas Negara Tahun 2017

NEWSWIRE.ID | Jumat, 12 Januari 2018

JAKARTA - Pada hari Kamis, 11 Januari 2018, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menghadiri rapat pimpinan di Kementerian Pertahanan.  Selain  Mendagri, rapat pimpinan itu juga dihadiri Menteri Pertanian Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. Dalam rapat, Menteri Tjahjo banyak membeberkan capaian-capaian pembangunan di wilayah tapal batas negara. Khusus pada tahun 2017. Seperti diketahui selain menjabat sebagai Mendagri, Tjahjo juga merupakan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Menurut Tjahjo pada tahun 2017, banyak capaian pembangunan yang dilakukan di perbatasan, sesuai dengan Rencana Pembanguan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Salah satunya adalah yang terkait dengan pembangunan di bidang bidang pertahanan dan keamanan. Kata Tjahjo, telah dilakukan pembangunan pos angkatan laut (Posal) dan

Dermaga Sei Pancang. Pembangunan Posal dan dermaga ini bagian dari percepatan pembangunan sarana dan prasarana pertahanan dan keamanan (Sarpras Hankam).

"Ini merupakan direktif Bapak Presiden Jokowi pada tanggal 16 Desember 2014. Kemhan (Kementerian Pertahanan) telah melaksanakan pembangunan dermaga sepanjang 2.167 meter dan gedung Posal mulai tahun 2016, dan selesai pada akhir Juni 2017," katanya.

Dermaga dan gedung POSAL Sei Pancang  sendiri lanjut Tjahjo telah siap diresmikan. Rencananya  Presiden Jokowi yang akan meresmikan langsung. Masih terkait dengan itu, percepatan pembangunan sarana dan prasarana Pulau Karang Unarang (PPKT) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terus digenjot. 

"Rencana tahun 2018, melanjutkan  revitalisasi pulau seluas 2 hektar  dan pembangunan dermaga serta helipad," katanya.

Program strategis lainnya di perbatasan kata dia, adalah program  pengelolaan batas wilayah Negara. Program ini mencakup batas negara wilayah darat. Aspek yang terkait ini antara lain pemeliharaan patok atau tugu batas negara melalui kegiatan investigation, refixation, dan maintenance (IRM). Lalu,  pembangunan jalur inspeksi dan patroli perbatasan (JIPP) antara Indonesia- Malaysia. Pembangunan jalur inspeksi ini sangat penting,  untuk meningkatkan efektivitas patroli pengamanan batas negara dan pengawasan pelintas batas ilegal.