Pemerintah Niger Kembali Jajaki Kerja Sama Infrastruktur dengan Indonesia

NEWSWIRE.ID | Jumat, 10 Agustus 2018

Niamey, Niger, 9 Agustus 2018: “Setelah proyek renovasi Istana Presiden, Indonesia siap untuk terus berkontribusi dalam berbagai proyek infrastruktur di Niger," ujar Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. A.M. Fachir, pada pertemuan kehormatan kepada Presiden Niger, Y.M. Mahamadou Issoufou, Kamis (9/8). Dalam pertemuan tersebut, Wamenlu RI didampingi oleh Dubes RI Abuja, Direktur Afrika dan Direktur Operasional PT. WIKA.

Wamenlu RI juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Niger sehingga Indonesia dapat terpilih sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB 2019-2020. Dalam hal ini, Presiden Niger menyampaikan harapan agar Indonesia dapat mendorong PBB untuk dapat lebih memperhatikan Niger dan negara Sahel lainnya, terutama dalam upaya pemberantasan terorisme di kawasan Sahel. Niger juga mendorong Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB terus berkontribusi menjaga perdamaian kawasan Niger.

Pada pertemuan tersebut Presiden Niger menyampaikan bahwa Niger berharap Indonesia dapat berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Niger, seperti di sektor energi, telekomunikasi dan jalur kereta, sesuai koridor Social and Economic Development Plan Niger. Dalam hal ini, Wamenlu RI menyampaikan minat Indonesia melalui PT. WIKA untuk ikut dalam proyek pembangunan Niger Electric (PLN Niger) dan pembangunan jalur kereta api Niger.

Kunjungan Wamenlu RI kali ini merupakan implementasi arahan Presiden RI, Joko Widodo untuk menindaklanjuti kunjungan kenegaraan Presiden Niger ke Indonesia pada Oktober 2017 dan rangkaian tindak lanjut hasil-hasil konkret pada kegiatan Indonesia-Africa Forum, 10-11 April 2018 di Bali.

Presiden Niger juga menyampaikan bela sungkawa terkait bencana gempa yang baru-baru ini menimpa Indonesia. Ungkapan bela sungkawa tersebut juga disampaikan Presiden Niger melalui surat kepada Presiden RI.